Campbell (Phodopus campbell)
Hamster mini Campbell ditemukan pertama kali dan berhasil
ditangkap oleh W.C. Campbell pada Juli 1902 di Tura, Mongolia. Untuk myengenang
dan menghargai penemuannya ini, hamster tersebut diberi nama sesuai nama
penemunya, yakni campbell. Pada 1963-1964 sejumlah hamster Campbell dibawa dan
dipelihara di Gamalyea Institute,
Moskow, untuk hewan percobaan. Sejumlah hamster Campbell juga pernah dibawa ke
Leningrad melalui Institute Zoologi
dari Akademi Ilmu pengetahuan di Uni Soviet. Selanjutnya beberapa diantaranya
dikirim ke Institut Eksperimental dan Onkologi Klinis (Moskow) dan beberapa
laboratorium yang ada di Eropa. Pada 1963 hamster Campbell diimpor oleh inggris
melalui Hollaway College dan London Zoological Society. Pada 1968
hamster ini berhasil dikembangkan di Inggris.
Pada 1973
sepasang hamster Campbell sempat dikeluarkan dari Kebun Binatang London oleh
anggota pecinta hamster setempat. Pada 1976 untuk kedua kalinya beberapa ekor
hamster Campbell dikeluarkan dari Kebun Binatang London. Selanjutnya sejak awal
1980, hewan kesayangan yang eksotis ini dijual di berbagai pet shop di beberapa negara.
Panjang tubuh
hamster Campbell dewasa 7,6-10 cm dan beratnya meksimum 28 g. Hamster betinanya
lebih kecil daripada jantannya. Di alam bebas, hamster mini ini hidup di daerah
berpasir di Mongolia dan Provinsi Hebei di Cina Utara. Hamster ini kemudian
menyebar sampai ke stepa (padang rumput) dan setengah gurun di Asia Tengah,
Gunung Altai di Tuvinskaya, Tuva, Transbaikalia, daerah pedalaman Mongolia,
sedikit bagian wilayah Heilungkiang, dan Kazakhtan.
Hamster
Campbell memiliki beberapa nama atau sebutan, di antaranya djungarian dwarf russian hamster, stripped dwarf hamster, dan furry footed dwarf hamster atau hairy footed hamster. Disebut djungarian dwarf russian hamster karena
hamster ini juga ditemukan di Djungarian, sebuah daerah di Mongolia. Disebut stripped dwarf hamster karena di
punggungnya terdapat ciri khas, yakni sebuah garis lurus kehitaman yang
memanjang dari pangkal leher sampai batas pengkal ekor. Ciri garis punggung ini
tidak selalu ada pada semua warna hamster Campbell. Sebutan furry footed dwarf hamster karena
hamster mini ini kakinya berbulu (furry
footed). Penyebutan ini diberikan atas dasar ciri khas lain yang tampak
jelas pada hamster mini Campbell, yaitu adanya bulu yang menutupi empat kaki
hingga telapaknya, dan bulu yang menutupi tulang ekornya yang amat pendek. Ada
juga yang menyebut hamster mini Campbell sebagai hamster mini yang berkaus kaki
putih (white shoe dwarf hamster)
karena keempat kakinya ditumbuhi bulu berwarna putih yang kontras dan nyata
terlihat pada hamster mini Campbell yang berwarna dominan selain putih.
Secara umum
hamster Campbell warnanya beraneka ragam, kurang jinak (sering menggigit),
ukuran tubuh lebih kecil daripada Syria, kepala lebih lonjong, dan lebih mudah
bereproduksi. Jumlah bayi rata-rata 4-6 ekor dengan masa bunting 18-22 hari.
Sementara umur harapan hidup 1,5-2 tahun (betina umumnya berumur lebih pendek
daripada jantan)
Hamster Cina (Cricetus griseus)
Hamster Cina berasal dari
Cina Utara, yaitu sekitar Peking atau Beijing dan Mongolia. Hamster ini termasuk
dalam golongan rat-like hamster,
hamster yang mirip tikus. Hamster ini sering digolongkan hamster mini meskipun
ada pebedaan mendasar pada bentuk dan ukuran hamster Cina dengan hamster mini
yang lain. Hamster Cina memiliki tubuh yang lebih ramping menyerupai bentuk
tubuh tikus sehingga disebut rat-like
body. Hamster jenis ini juga memiliki eor yang relatif panjang, yakni
sekitar 2 cm. Panjang tubuh hamster Cina dewasa dapat mencapai 10-12 cm.
Hamster Cina
memiliki gerakan yang gesit sehingga sulit ditangkap. Hamster Cina juga
memiliki perilaku yang unik, yaitu terkadang mau berkumpul dengan jenis yang
lain, tetapi terkadang tidak mau berkumpul. Hamster ini tidak sepopuler hamster
yang lain karena bentuk tubuhnya menyerupai tikus, memiliki ekor yang agak panjang,
dan sulit dikembangbiakkan. Perbedaan inilah yang seharusnya dipertahankan demi
keunikan masing-masing jenis. Meskipun demikian, hamster ini juga tercatat
digunakan unutuk hewan percobaan pada 1919 oleh Dr.Hsieh dari Peking Union Medical College. Pada 1948
sejumlah hamster Cina juga pernah dikirim ke Amerika.
Roborovskii (Phodopus roborovskii)
Hamster roborovskii berasal dari Rusia, Cina Utara, Manchuria,
dan Mongolia Barat dan Timur. Hamster jenis ini dikenal sebagai desert hamster atau hamster gurun.
Habitat aslinya adalah tanah yang ditumbuhi sedikit semak. Hamster ini diberi
nama Roborovskii karena ditemukan oleh Letnan Roborovskii dan Koslor pada Juli
1894. Pada 1960 hamster Roborovskii diimpor oleh Kebun Binatang London, Inggris.
Pada 1990 klub penggemar hamster di Inggris kemudian mengimpor Roborovskii dari
Belanda. Di Rusia Kebun Binatang Moskow mulai memelihara Roborovskii pada 1970.
Setelah 1970 The Zoological Society of
London mendatangkan hamster ini dari Kebun Binatang Moskow, tetapi mereka
gagal membiakkannya.
Sejumlah kebun
binatang di Amerika diyakini telah mencoba membiakkan Roborovskii, tetapi
gagal. Pada 1998 tercatat bebrapa ekor Roborovskii diimpor oleh klub penggemar
hamster di Amerika dari Inggris. Tidak sedikit lembaga ilmu pengetahuan di
negara-negara Eropa mendatangkan Roborovskii dari Kebun Binatang Moskow. Pada
1997-1998 banyak Roborovskii yang ditangkap dari alam bebas, tetapi sangat
disayangkan sebagian besar akhirnya mati dalam perjalanan karena stres.
Panjang tubuh
Roborovskii dewasa hanya 4-5 cm. Bulu hamster terkecil ini berwarna kuning
keemasan dann berdiri, dengan perut berbulu putih dan sepasang warna putih pada
bagian alis. Pada hamster ini terdapat kumis berwarna kumis berwarna putih yang
terlihat panjang dan tumbuh lebat. Roborovskii termasuk hiperaktif dan
merupakan hamster yang memiliki gerakan paling cepat dan jarang terlihat diam,
kecuali saat tidur. Roborovskii memiliki karakter sosial yang tinggi dan dapat
hidup damai bersama sesamanya. Meskipun tidak pernah menggigit, Roborovskii
tidak populer karena sikapnya yang terlalu gesit dan sulit ditangkap.
Hamster ini
memiliki tingkat reproduksi rendah. Hal ini ditandai dengan jumlah bayi
rata-rata hanya 4-5 ekor, dengan masa bunting 23-30 hari. Tingkat kematiannya
pun tinggi, dengan umur harapan hidup 3-4 tahun.
Syria (Mesocricetus auratus)
Awalnya hamster ini adalah hewan liar yang hidup di alam,
kemudian menjadi hewan peliharaan. Hamster jenis ini telah melalui proses yang
sangat panjang dan sangat berliku.
Deskrpisi
lengkap pertama tentang hamster ditulis oleh seorang Inggris yang bernama
Alexander Russel pada 1797 dalam bukunya yang berjudul The Natural History of Allepo. Alexander Russel adalah seorang ahli
kesehatan di Allepo, Syria yang mengadakan penelitian lingkungan flora, fauna,
iklim, dan kebudayaan di Allep pada 1740-1750.
Pada 9 April
1839 seekor hamster syria betina yang ditangkap dari daerah Allepo
diperkenalkan dalam sebuah pertemuan London
Zoological Society oleh George Robert Waterhouse, kurator dari perkumpulan
tersebut, sebagai pertanmda awal pertemuan sebuah spesies baru yang diberi nama
Cricetus auratus. Cricetus auratus kemudian berganti nama
menjadi Mesocricetus auratus,
sebagaimana yang dikenal sampai sekarang. Hamster betina ini berbulu panjang
dan berwarna kuning keemasan (satin). Karena kondisinya kurang sehat, hamster
tersebut akhirnya mati. Bangkainya diawetkan dan disimpan di Natural History Museum di london,
Inggris, sampai saat ini. Sejak saat itulah hamster tersebut diberi nama
hamster Syria atau golden hamster
(hamster emas) karena warna bulunya yang keemasan. Pada 1880 sejumlah hamster
Syria dibawa dari Syria ke Inggris oleh James Skeene, konsultan Inggris
di Syria.
Pada akhir
1920, Saul Alder, ahli parasitologi dari Universitas Hebrew di Yerusalem yang
sedang melakukan penelitian terhadap suatu penyakit, berniat mencari hamster
liar ke Timur Tengah. Tujuannya untuk mengganti hamster Cina sebagai hewan
percobaan karena hamster jenis ini gagal dibiakkan dan sulit didatangkan dari
negara asalnya, Cina. Karena maksud tersebut, Alder meminta bantuan temannya
yang bernama Israel Aharoni, yang memiliki izin menjelajahi wilayah Yerusalem
yang saat itu diberlakukan peraturan ketat dari Kesultanan Turki.
Pada 1930 dalam
misi memenuhi keinginan Sultan nTurki untuk mencari dan mengumpulkan berbagai
spesies kupu-kupu, selain tertarik dan menangkap berbagai macam hewan, Israel
juga menangkap hamster pesanan Saul Alder. Pada 12 April 1930 Georgius Khalil
Tah’an, pemandu dalam Sheikh El Beled, sheikh setempat, untuk mencari dan
menangkap hamster beserta 11 ekor anaknya di sebuah lubang sedalam sekitar 2,5
m.
Akibat
perburuan tersebutm induk hamster Syria stres hingga membunuh seekor anaknya.
Hal ini membuat Georgius Khalil Tah’an membunuh induk hamster tersebut dengan
cara memasukkannya ke dalam botol berisi racun sianida tanpa memikirkan nasib
anak-anak hamster tersisa. Akibatnya, Aharoni beserta istrinya harus merawat
sepuluh ekor anak hamster yang tersisa dan mereka berhasil membesarkannya.
Kesepuluh hamster sempat kabur, tetapi sembilan ekor tertangkap kembali. Semua
anak hamster itu akhirnya diberikan kepada Hein Ben-Menachen, pendiri dan
Kepala Fakultas Peternakan Universitas Hebrew, di Mt.Scopas. Kesembilan anak
hamster tersebut kemudian dipelihara di dalam sebuah kandang kayu yang
diletakkan di lantai, tetapi lima ekor anak hamster berhasil melarikan diri
dengan cara menggerogoti dasar kandang. Setelah dipelihara di kandang kawat
selama setahun, empat ekor hamster yang tersisa berkembang biak menjadi 150
ekor.
Anak hamster
hasil pembiakkan tersebut diberikan kepada Saul Alder yang kemudian mengumumkan
penggunaan hamster Syria sebagai hewan percobaan untuk pertama kalinya. Dalam
usaha mengembangbiakkannya, Alder membagikan hamster Syria itu untuk beberapa
laboratorium lainnya. Pada 1931 Alder menyelundupkan hamster Syria ke inggris
dengan cara menyimpannya di dalam kantung mantelnya dan memberikan kepada E.
Hindle dari Zoologi Society of London.
Pada 27 dan 29 April 1930
Aharoni berhasil menangkap kembali tiga ekor hamster Syria betina. Ketiga
hamster tersebut hingga kini diawetkan dan disimpan di Museum Alabama, Amerika
Serikat, oleh Albert Marsh untuk hewan percobaan. Pada tahun itu pula dibuat
peternakan hamster Syria dan hasilnya dijual di petshop.
Hamster Syria pernah salah
sebut dengan english hamster (hamster
inggris) karena disangka berasal dari inggris. Pada Juni 1971, 13 ekor hamster
Syria ditangkap kembali dari Allepo. Dua belas ekor (empat ekor jantan dan
delapan ekor betina) di antaranya dibawa ke Amerika Serikat oleh Michael R.
Murphy. Pada 1978 Bill Ducan dari SW Medical Schooll, Dallas, Texas, membawa
dua ekor hamster Syria betina hasil tangkapan di Allepo ke Amerka. Berkat
kejelian orang Amerika, hamster syria berkembang biak semakin banyak dan
menyebar ke seluruh dunia seperti sekarang ini.
Hamster Syria
memiliki sifat yang lebih jinak, postur tubuh lebih besar daripada jenis
hamster lainnya, bulunya lebih panjang, beraneka warna, dan mortalitas rendah.
Jumlah bayi rata-rata 6-8 ekor dengan masa bunting 15-17 hari. Umur harapan
hidup 2-2,5 tahun (hamster tertua tercatat berumur 4 tahun, betina). Umumnya
umur hamster betina lebih pendek daripada jantan.
Winter White (Phodopus sungorus)
Hamster Winter
White ditemukan hidup liar di wilayah barat laut Siberia, Manchuria, dan
Kazakhtan Utara. Mereka biasa hidup dan berlindung di antara rumput rerumputan
yang lebat di stepa. Winter White juga dikenal sebagai russian hamster (hamster siberia) karena berasal dari Siberia,
Rusia.
Nama Winter White
diberikan karena hamster jenis ini warna bulunya dapat berubah menjadi
keputihan pada musim dingin yang dalam bahasa Inggris disebut dengan turn white in white. Warna bulu ini
dapat berubah dari abu-abu gelap secara bertahap menjadi abu-abu terang, dan
akhirnya menjadi putih seiring dengan semakin dinginnya cuaca. Meskipun demikian,
tidak semua Winter White dapat berubah menjadi putih benar, kadang-kadang hanya
sedikit warna putih yang muncul. Perubahan warna ini merupakan kemampuan alami
yang berguna sebagai penyamaran terhadap lingkungan dan menghindari atau
mengelabui pemangsa alami mereka. Jika musim semi tiba, warnya akan kembali
berubah ke warna asalnya, yakni abu-abu tua atau gelap.
Winter White
tercatat ditemukan pada 1770 dan perkembangan selanjutnya digunakan sebagai
hewan percobaan. Pada 1960 hamster ini dipelihara dan dikembangkan di Jerman
oleh Klaus Hofmann. Winter White yang ada sekarang adalah berasal dari
keturunan ini. Pada 1970 Winter White dikirim ke laboratorium di Inggris dan
mulai beredar di beberapa pet shop
pada 1978. Lebih dari 25 tahun yang lalu, empat ekor Wnter White ditemukan di
dekat wilayah Omsk di Siberia, lalu ditangkap dan dibiakkan di Institut
Fisiologi Perbandingan Max-Planck, Jerman, dan secara berkala disebar ke
berbagai laboratorium di seluruh dunia untuk hewan percobaan. Pada 1978
sejumlah Winter White tiba Queen mary’s
College, Universal London.
Panjang tubuh
Winter White dewasa 8-10 cm dan jantannya lebih besar daripada betinanya. Punggung
memiliki garis yang berwarna lebih gelap atau hitam memanjang dari pangkal
ekor. Bentuk tubuhnya kompak dan setelah dewasa menyerupai peluru, yakni
panjang membulat. Mata bulat besar, mengilat, dan tampak menonjol. Sementar itu,
ujung hidung membulat dan jika dilihat dari samping, dari hidung sampai dahi tampak
bentuk tonjolan yang melengkung keluar atau cembung. Bentuk kepalanya
menyerupai segitiga sama kaki, yakni kepala tampak agak runcing dan lebih
lancip jika dipandang dari atas tubuhnya.
Bulu Winter
White sangat halus berwarna putih, coklat, dan krem. Perangainya sangat jinak
dengan ukuran tubuh lebih besar daripada Campbell. Kemampuan reproduksinya
kurang baik. Hal ini ditandai dengan jumlah bayi rata-rata 4-6 ekor dengan masa
bunting 18-25 hari. Umur harapan hidup 1,5-2,5 tahun, umumnya umur hamster
betina lebih pendek daripada jantan.
Selain lima
spesies di atas, bebrapa breeder (penangkar)
melakukan persilangan dengan menghasilkan beragam varian, yang termasuk dalam
kategori hamster mini. Hamster ini berasal dari berbagai negara. Banyak ilmuwan
gagal mengembangkan hamster ini dibandingkan dengan hamster Syria. Oleh karena
itu, hamster ini terlambat masuk ke Indonesia. Sebagai contoh, hamster dwarf russian campbell baru masuk pada
1993. Hamster ini meski sulit dikembangkan, tetapi mudah dipegang karena sifatnya
yang jinak, sedangkan hamster jenis Roborovskii dan Cina sangat sulit dipegang.
Ada juga varian dominan spot hamster.
Hamster ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1. Ada garis warna hitam dari
kepala hingga mendekati ekor.
2.Ada tiga kombinasi warna,
yaitu hitam, coklat, dan putih.
3.Jinak dan tidak menggigit,
tidak seperti jenis Campbell atau hamster lokal.
4.Ukurannya tergolong sangat
kecil dengan panjang dari depan hingga ekor hanya sekitar 5 cm sehingga tampak lucu.
5.Hamster ini cenderung
pendiam, berbeda dengan Campbell yang aktif dan suka menggigit.
SEMOGA BERMANFAAT!!! :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar